Blog yg membahas tentang tanaman perkebunan,

Panen Dan Pasca Panen Tanaman Kopi

Panen Dan Pasca Panen Tanaman Kopi

Postingan kali ini saya akan membagikan pengetahuan tentang panen dan pasca panen tanaman kopi. Seperti yang kita ketahui apabila usia tanaman kopi sudah produktif, pemanenan tanaman kopi harus dilakukan dengan benar dan proses pasca panen harus mengikuti standar yang baik, agar kopi yang dihasilkan mempunyai kualitas yang tinggi. Tanaman kopi yang terawat dengan baik sudah mulai bisa berproduksi saat tanaman berumur 2,5-3 tahun tergantung dari lingkungan dan jenis kopinya. Tanaman kopi robusta bisa mulai berproduksi mulai dari 2,5 tahun, sedangkan arabika mulai dari  2,5-3 tahun.

Berikut merupakan cara untuk memanen tanaman kopi secara intensif agar menghasilkan kopi yang berkualitas:

1.  Pemanenan buah kopi dilakukan secara manual dengan cara memetik buah yang telah masak. Ukuran kematangan buah ditandai dengan perubahan warna kulit buah. Ketika masih muda kulit buah berwarna hijau tua, ketika setengah masak berwarna kuning dan saat masak penuh berwarna merah, serta akan menjadi kehitam-hitaman setelah masak penuh terlampaui (over ripe).

2.  Kematangan buah kopi juga dapat dilihat dari kekerasan dan komponen senyawa gula di dalam daging buah. Buah kopi yang masak mempunyai daging buah yang lunak dan berlendir serta mengandung senyawa gula yang relatif tinggi sehingga rasanya manis. Sebaliknya daging buah kopi yang muda sedikit keras, tidak berlendir dan rasanya tidak manis karena senyawa gula masih belum terbentuk maksimal. Sedangkan kandungan lendir pada buah yang terlalu masak cenderung berkurang karena sebagian senyawa gula dan pektin sudah terurai secara alami akibat proses respirasi.

3.   Berikut merupakan beberapa cara pemetikan agar tanaman kopi berbunga serentak dalam setahun:

a.  Pemetikan selektif yang dilakukan pada buah yang telah masak.
b.  Pemetikan setengah selektif yang dilakukan pada dompolan buah masak.
c.  Secara lelesan yang dilakukan pada buah kopi yang gugur karena terlambat pemetikan.
d. Secara racutan/rampasan yaitu pemetikan terhadap semua buah kopi yang masih hijau, dan biasanya pada pemanenan akhir.

4.   Pasca Panen Tanaman Kopi:

a.   Sortasi kopi

Sortasi atau pemilihan biji kopi berfungsi untuk memisahkan buah superior (masak, bernas dan seragam) dari buah inferior (cacat, hitam, pecah, berlubang dan terserang hama/penyakit). Sortasi juga berfungsi untuk membersihkan dari daun, ranting, tanah atau kerikil agar tidak merusak mesin pengupas.

b.   Pengupasan biji kopi

Sebelum biji kopi dikupas menggunakan mesin pengupas, sebaiknya dipisahkan berdasarkan ukuran biji agar menghasilkan pengupasan yang baik.

c.   Fermentasi biji kopi

Fermentasi dibutuhkan untuk menyingkirkan lapisan lendir pada kulit tanduk kopi. Fermentasi biasanya dilakukan saat pengolahan kopi arabika untuk mengurangi rasa pahit dan untuk mempertahankan citarasa kopi. Proses fermentasi pada umumnya hanya digunakan pada pengolahan kopi arabika. Prinsip dari fermentasi yaitu alami dan dibantu oleh oksigen dari udara. Proses fermentasi bisa dilakukan secara basah (merendam biji dalam genangan air) dan secara kering (tanpa rendaman air).

d.   Pencucian

Pencucian bertujuan untuk menghilangkan sisa lendir dari hasil fermentasi yang masih menempel pada kulit tanduk. Untuk kapasitas kecil pada pencucian dapat dikerjakan secara manual di dalam bak atau ember, sedangkan untuk kapasitas besar perlu dibantu dengan mesin.

e.   Pengeringan kopi

Proses pengeringan berfungsi untuk mengurangi kandungan air dalam biji kopi HS. Biji kopi HS lebih aman apabila dikemas dalam karung dan disimpan di gudang pada lingkungan tropis. Proses pengeringan juga dapat dilakukan dengan cara penjemuran, mekanis dan kombinasi keduanya.

f.    Pengukuran kadar biji kopi

Pengembangan yang berlebihan akan menghasilkan biji kopi dengan kadar air jauh di bawah 12% sehingga boros bahan bakar dan merugikan karena terjadi kehilangan berat. Sebaliknya jika terlalu singkat, kadar air kopi belum mencapai 12% sehingga biji kopi rentan dengan serangan jamur saat disimpan atau diangkut ke tempat konsumen.

g.   Penggilingan kopi

Biji kopi HS kering digiling dengan mesin huller untuk mendapatkan biji kopi pasar. Penggilingan kopi diperlukan untuk memperoleh kopi bubuk dan meningkatkan luas permukaan kopi. Penggilingan kopi sebaiknya hanya dilakukan terhadap kopi HS yang sudah kering.

h.   Penggudangan

Penggudangan bertujuan untuk menyimpan hasil panen yang telah disortasi dalam kondisi aman sebelum dipasarkan ke konsumen. Beberapa faktor penting pada penyimpanan biji kopi yaitu kadar air, kelembaban relatif udara dan kebersihan gudang.

Sampai disini dulu ya pembahasan kali ini, tunggu postingan berikutnya yah.. Sampai jumpa! :-)



share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Devi Putri, Published at 11:12 PM and have 3 comments

3 comments:

  1. Alhamdulillah semoga atas bantuan ki witjaksono terbalaskan melebihi rasa syukur kami saat ini karna bantuan aki sangat berarti bagi keluarga kami di saat kesusahan dengan menanggun 9 anak,kami berprofesi penjual ikan di pasar hutang saya menunpuk di mana-mana sempat terpikir untuk jadikan anak bekerja tki karna keadaan begitu mendesak tapi salah satu anak saya melihat adanya program pesugihan dana gaib tanpa tumbal kami lansung kuatkan niat,Awalnya suami saya meragukan program ini dan melarang untuk mencobanya tapi dari yg saya lihat program ini bergransi hukum,Saya pun tetap menjelaskan suami sampai dia ikut yakin dan alhamdulillah dalam proses 1 hari 1 malam kami bisa menbuktikan bantuan aki melalui dana gaib tanpa tumbal,Bagi saudara-saudaraku yg butuh pertolongan silahkan
    hubungi Ki Witjaksono di:0852-2223-1459
    untuk lebih lengkap silahkan
    klik-> PESUGIHAN TANPA TUMBAL

    ReplyDelete